Tahun Baru Di Tanah Orang Raja

Setiap orang dalam penentuan tempat untuk tahun baru berbeda-beda.
kali ini saya berbagi sedikit pengalaman tahun baru di tanah orang raja.

30 desember 2013, berbekal ide dadakan hari itu kami berempat berangkat
motor fix sehat, dengan gaya back packer siap ke tempat tujuan
modal yang sedikit tapi banyak ketika d gabung, jadi saya tidak perlu takut kekuranga dana
masih ada yang menopang.... ngarep !

Dibutuhkan kurang lebih 6jam perjalan darat untuk sampai tapi kami hanya ingin menikmati perjalanan
jadi diputuskan untuk bermalam di kabupaten Pinrang, yang memakan waktu 4 jam... yaa kampung halamanku.
sambari memperkenal kampung halaman q, meski tidak ada yang spesial kecuali "BENDUNGAN"
sistem pengairan peninggalan kolonial Belanda yang uniknya adalah
semua alatnya terbuat dari kereta api. nothink else...!!



akan lebih dekat lewat desa MALIMPUNG salah satu desa di kabupaten Pinrang jika ingin ke tempat tujuan kami
dibandingkan melalui kabupaten Sidrap
perjalanan ke Pinrang dari Makassar cukup melewati 4 kabupaten/kota ;
Maros, Pangkep, Barru dan Pare-Pare. banyak spot untuk istirahat d setiap kotanya.

PTB Maros

Taman Musafir Pangkep
Mesjid Terapung Barru


Paung Habibie Ainun Pare Pare

satiba di pusat kota pinrang, harus menempu waktu 20 menit untuk tiba di rumah. sesampainya seperti tamu pada umumnya orang tua menjamu tamu yang saya bawa eheheheheh. dan seperti tamu yang pada umumnya juga, malu-malu kucing tidak lepas dari raut wajah. menahan lapar dan menahan sikap dua hal yang tidak bisa disandingkan hahaha...
and than rilex and take a rest...

31 Desember 2013 sehabis hunting dan foto2 di BENDUNGAN, perlengkapan dan kendaraan siap.
sore kamipun berangkat ke tujuan, dengan wak 40 menit tiba di kota Enrekang dan dibutuhkan 5 menit untuk sampai di tempat selanjutna untuk hunting dan istirahat... namanya Resting pemandangan sebuah gunung yang disebut BUTTU KABOBONG/GUNUNG NONA, eitz ada sejarahnya kenapa bisa dikatakan BUTTU KABOBONG,
selahkan cari sendiri ya hahahha!

Resting/Buttu Kabobong Enrekang

perjalanan dilanjutkan sebelum memasuki perbatasan kota Enrekang dengan kota tempat tujuan
ada baiknya menjenguk keluarga yang ada di kelurahan SUDU, sekalian periksa motor karena
kebetulan usaha jasa bengkel... hehehehe ambil kesempatan gratis, menurut saya selama masih ada gratis kenapa mesti harus berbayar... nice thinking !

ok lets star...perjalan ke tempat tujuan memakan waktu 1 jam yaaa karena berkendaranya santai untuk menikmati perjalanan dan tibal di tempat tujuan.

kenapa saya mngatakan tana orang raja..... pertama setiap orang bebas meluangkan pemikiran termasuk dalam tulisan. lanjut, karena kebiasaan dari kebanyakan orang bugis untuk menanyakan asal dari seseorang atau untuk mengetahui asalnya akan menanyakan.. 1. "To Aga Ki/To Pole kega ki yang artinya anda berasal dari daerah mana?" atau kadang menanyakan status suku
2. "To Aga Ki yang artinya anda dari suku mana?" tergantung arah pembicaraan subjek.
maka jawabanya contoh : 1. To Penrang/saya berasal dari Pinrang. 2. To Ogi/saya suku bugis

nah apa hubungan dengan judul di atas... mungkin tidak ada, tapi dari penjelasan saya pasti anda mengerti kenapa saya memakai judul itu
coba anda baca sesuai dengan penjelasan saya tadi

sekarang anda mengerti ... jadi anda sudah mengetahui kemana tahun baru saya bersama 3 teman saya.

setiba di kota ini yang hampir memasuki tahun baru .. sebenarnya masih ada 3 jam .. jadi kami langsung menuju pusat keramaian ... yaitu tempat yang biasa di sebut kebanyakan orang orang kolam .disini anda bisa melihat keramaian orang menanti tahun baru.. mulai dari petasan, live musik band dan petasannn. kembang api ..

hanya itu tapi jangan anggap remeh kemeriahan disini karena petasan/kembang api yang di gunakan bukan yang bunyinya sebesar kentut

tapi akan menggelegar seolah olah anda berada ditengah peperangan.. saran saya bahwa masker dan kaca mata karena debu petasan yang bertebaran.

by the way... tempat pertama Makale... kemudian timbul.. masalah bagi saya teman teman tempat menginap....,, dimana harus menginap. permasalahan bagi kami yang agama islam di tempat yang mayoritas agama kristiani... pasti kalian akan berfikir dengan saya... awal dan yang paling bagus ... kembali ke kabupaten Enrekang. besoknya kembali lagi ke Toraja...

ianaro yaseng jama jama bukku

next part ya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RENJA Inspektorat kabupaten Pinrang Ta. 2019